Jumat, 18 Juli 2014

Pengertian CDM dan ap[a saja yang meliputi pada CDM





 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ


PENGERTIANCDM
-          Conceptual Data Model atau biasa di sebut CDM. CDM memodelkan struktur logis dari keseluruhan aplikasi data, tidak tergantung pada software atau pertimbangan model struktur data. CDM yang valid dapat dikonversi ke PDM atau OOM.

-           CDM dalam penerapannya dapat di samakan dengan ERD yang fungsinya memang sama yaitu memodelkan struktur logik dari basis data.

-           CDM dipakai untuk menggambarkan secara detail struktur basis data dalam bentuk logik.

-          CDM terdiri dari objek yang tidak diimplementasikan secara langsung kedalam basis data yang sesungguhnya.

Ø    LANGKAH – LANGKAH UNTUK MEMBUAT CDM
-          Pahami terlebih dahulu inti   permasalahan dari kasus yang diberikan,
-          Tentukan entity apa saja yang terlibat.
-          Tentukan atribut-atribut data untuk setiap entity berikut tipe datanya.
-          Tentukan hubungan/keterkaitan antar tiap entity berikut kardinalitasnya.
-          Modelkan Entity dan Relationship
-          Cek kebenaran model
-          Perbaiki setiap error dan warning

Ø  JENIS – JENIS OBJEK DALAM CDM
- Entity
Untuk membuat entitas, klik item pada palette dengan label Entity, kemudian klik space putih di sebelah kanan. Untuk membuat beberapa entitas, klik terus sebanyak jumlah entitas yang dibutuhkan.
- Relationship
Untuk membuat relasi antara 2 buah entitas, klik item pada palette dengan label Relationship, kemudian hubungkan kedua entitas. Beri nama pada relasi yang sudah anda buat dengan melakukan double klik pada relasi dan mengisi nama pada field Name pada tab General.
- Inheritance
Untuk membuat inheritance dari sebuah entitas, terlebih dahulu buat entitas-entitas lain yang merupakan child dari entitas parent. Lalu klik item pada palette dengan label inheritance, hubungkan entitas parent dengan salah satu entitas child. Untuk menghubungkan entitas child yang lain, tarik garis antara lambang inheritance (bentuk setengah lingkaran) dengan entitas child. Kemudian beri nama pada inheritance anda.

Ø  PENGERTIAN PDM
o   Physical Data Model atau yang biasa disebut PDM. PDM merupakan representasi fisik dari database yang akan dibuat dengan mempertimbangkan DBMS yang akan digunakan. PDM dapat dihasilkan (di-generate) dari CDM yang valid.

o   PDM dalam penerapannya dapat di samakan dengan Skema Relasi yang fungsinya adalah memodelkan struktur fisik dari suatu basis data.

o   Merupakan gambaran secara detail suatu basis data dalam bentuk fisik.

o   PDM memperlihatkan struktur penyimpanan data yang benar pada basis data yang digunakan sesungguhnya.

Ø     LANGKAH – LANGKAH UNTUK MEMBUAT PDM

o   Buka file CDM yang sudah jadi.
o   Dari Tools pilih Generate Physical Data Model. Pilih DBMS yang akan digunakan.
o   Setelah klik OK, PDM akan di generate secara otomatis.
o   Tambahkan atribut pada tabel baru yang dihasilkan (jika ada).

Ø  JENIS – JENIS OBJEK DALAM PDM
o   Table
o   View
o   Reference

 PENGERTIAN BENTUK NOTASI ELMASRI
o   Bentuk notasi Elmasri adalah bentuk Entity Relationship Diagram (ERD) yang sederhana, yang menerjemahkan konsep persepsi manusia tentang suatu sistem ke dalam bentuk tertulis yang mudah dipahami. Power Designer, sebagai sebuah software bantu (tool software) untuk pembuatan diagram ER, memiliki notasi tersendiri yang berbeda dengan notasi Elmasri, sehingga untukdapat membuat ERD dalam Power Designer diperlukan suatu konversi notasi.

E-ERD ("Basis Data Lanjut / Next Level ")

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ



ENHANCED ENTITY RELATIONS DIAGRAM (EERD)

Model EERD berisi seluruh konsep ERD ditambah dengan konsep konsep yang berhubungan yaitu specialization dan generalization, model EERD menekankan pada superclass/subclass relationship yang  merupakan  hubungan antara superclass dan subclassnya. 

Berikut ini adalah konsep-konsep EERD :
1.      Subclass
Subset dari suatu entity yang dikelompokkan dalam pengertian tertentu yang disajikan secara eksplisit  dengan kata lain subclass merupakan suatu entity  yang merupakan anggota dari superclass tapi perannya berbeda.Contoh : Entitas PEGAWAI mempunyai beberapa subclass seperti : SEKRETARIS, TEKNISI, SALES (gb.1)
 
 


2.      Superclass
Entity yang merupakan induk dari subclass-subclass atau merupakan suatu entity yang mempunyai subclass-subclass yang berbeda tapi harus dipresentasikan dalam model data.Contoh : Subclass SEKRETARIS, TEKNISI, SALES mempunyai superclass PEGAWAI (gb.1)
 
 3.      Specialization
Proses pemecahan entity menjadi subclass-subclass beserta atribut-atributnya atau merupakan proses pendefInisian suatu himpunan subclass dari suatu entity berdasarkan karasteristik tertentu. Contoh : Spesialisasi dari PEGAWAI berdasarkan tipe pekerjaan (gb. 2)


 

4.      Generalization
Proses penggabungan subclass-subclass menjadi suatu entitas yang lebih umum.Contoh : Generalisasi dari MOBIL dan TRUK menjadi KENDARAAN 


5 Attribut Inheritance
Merupakan pewarisan attribute dari superclassnya. Entity yang merupakan anggota dari subclass mewarisi semua atribut dari entity superclassnya.
 

6.      Subclass / Superclass Relationship
a.       Relationship yang menghubungkan subclass dan superclassnya.
b.      Bila suatu entity yang merupakan anggota dari suatu subclass, maka ia juga merupakan anggota dari superclass.
c.        Bila suatu entity merupakan anggota dari suatu superclass maka ia belum tentu merupakan anggota dari subclass. 

7.      Notasi specialization dalam EER adalah sebagai berikut :

1.      Disjoint constraint, Subclass-subclass  dari spesialisasi saling disjoint,artinya entity merupakan anggota dari salah satu subclass. Disjoint Constraint dilambangkan dengan “d”.
2.      Non-Disjoint constraint (overlapping), subclass-subclass dari spesialisasi tidak saling disjoint, artinya entity mungkin anggota lebih dari satu subclass. Dilambangkan dengan “o”

8.      Berikut ini juga istilah-istilah yang didapatkan pada EERD :
1.      Total Specialization constraintsetiap entity di dalam superclass harus merupakan anggota dari salah satu subclass.
2.      Partial Specialization Constraint, setiap entity didalam superclass dapat merupakan anggota dari subclass-sublass yang didefenisikan.
3.      Specialization Hierarchy :
Spesialisasi bertingkat dimana setiap subclass berpartisipasi didalam satu kelas / subclass relationship
4.      Specialization Lattice :
Spesialisasi bertingkat dimana suatu subclass dapat berpartisipasi didalam beberapa class / subclass relationship.
5.      Shared – Subclass :
Subclass yang mempunyai lebih dari satu superclass.
            Salah satu contoh yang bisa diambil untuk melihat penggunaan EERD adalah pada perancangan database universitas.

Semoga bermanfaat Terima kasih :D